Pagi-pagi sekali ku terbangun, mata masih lima watt, badan masih kaku, udara di luar dingin sekali. Namun itu tidak menciutkan niat ku untuk bangun melaksanakan kewajiban seorang muslim yakni salat subuh. Segera ku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Setelah itu, berangkatlah aku pergi salat. Sehabis salat aku mengaji sebentar.
Waktu telah menunjukkan pukul 06.00, hari ini ada acara apa ya? Sambil ku mencoba untuk mengingat. Astagfirullah, ada Serumpun Permais dan Alumni (Seruni). Ini adalah acara dimana para pengurus Permais dipertemukan dengan para alumni Permais. Acara ini sendiri diprakarsai oleh divisi networking Permais dan dilaksanakan di Mesjid Subang.
Permais dan alumni rencananya akan berangkat bersama-sama pukul 07.30. ”Duh, belum ngapa-ngapain,” ujarku. Aku segera mempersiapkan diri dengan bergegas mandi. “Telat tidak ya?” pikirku.
Di dalam bis, ketua Permais kita diikuti beberapa pangurus dan alumni membaca Al-Matsurat sepanjang perjalanan. O iya, sebelum itu kami dibagikan makanan ringan untuk mengisi perut dan juga pin Seruni yang menurutku sangat bagus.
Sampai di mesjid, acara langsung diisi dengan permainan yang telah dipersiapkan panitia. Tentu saja ikhwan-akhwat dipisah. Permainan yang kita mainkan adalah permainan kelereng, sumpit, dan tali. Saya tidak begitu mengerti cara bermain dan hanya memperhatikan. Ingin sih ikut bermain tetapi saya disuruh mengambil publikasi permainan tersebut oleh manajer Media Islam. Setelah permainan yang menurutku antara menarik dan tidak menarik para ikhwan ingin bermain sepak bola. Inilah permainan yang paling utama. Mereka sangat bersemangat dalam permainan ini. Berbeda sekali dengan permainan sebelumnya.
Acara setelah makan siang adalah materi silaturahmi dari Kang Fahmi, Ketua Permais periode 2006-2007. Beliau bercerita pentingnya ukhuwah dan silaturahmi yang dibangun oleh kita. Persaudaraan umat muslim sangat erat bahkan di masa Rasulullah seorang muslim sampai rela mengorbankan hartanya demi muslim lain. Itulah yang dilakukan kaum Anshar ketika menyambut kaum Muhajirin dari Mekkah.
Kemudian dilanjutkan dengan sharing. Para alumni bercerita tentang perjuangan masa muda mereka. Seru sekali. Penuh canda tawa namun tetap fokus mendengarkan.
Perjalanan pulang sangat melelahkan. Karena pada hari itu adalah hari Minggu, jadi jalan turun ke Bandung sangat ramai. Bayangkan, bis Permais berangkat dari mesjid pukul 5.00 dan sampai di Dipati Ukur pukul 18.40.
Namun perjalanan melelahkan itu hamper tidak terasa karena banyak orang yang asyik mengobrol dan bahkan ada yang tertidur pulas.
Sampai di bis kita bergegas untuk salat Maghrib dan Isya. Setelah itu para ikhwan menunggu sampai para akhwat semuanya pulang ke rumah masing-masing. Akhirnya sampai dipenghujung acara ya!
Ditunggu nih acara seperti ini selanjutnya.
Kesan dan pesan dari Kang Idzma (Alumni 2002)
Kesan:
”Seru ya ketemu teman-teman lama! Serasa muda kembali. Menyenangkan sih tapi lebih menyenangkan lagi kalau lebih banyak alumni yang hadir. Kalau bisa dari alumni pertama Permais (1994) atau paling tidak teman-teman alumni sebelum saya (2002)Namun, secara keseluruhan acara ini sudah lumayan. Alur acaranya bagus hanya perlu sedikit dikontrol lagi. Alumninya juga. Perlu konten acara yang penuh sehingga acara terlihat berjalan maksimal, tidak kosong. Pada akhirnya alumni akan lebih mudah dikontrol.
Pesan:
”Mimpi besar Permais masih panjang, saatnya kalian yang melanjutkan perjuangan para alumni”
Untuk Permais sekarang:
”Rapihkan dan kuatkan kembali kaderisasi dan juga manajemennya. Karena kaderisasi adalah pondasi utama Permais”








Ahlan wa sahlan
selamat datang di Blog Permais FE UNPAD. Sebuah media komunikasi dan pusat informasi dari Permais FE UNPAD. Semoga bisa mempererat ukhuwah dan lebih mendekatkan permais dengan kita semua. untuk permais tercinta, yang kian tercitra..









1 Comment
February 20, 2009 at 4:55 pm
sejak kapan ane angkatan 2002???????