Hawa dingin masih menyelimuti kota Bandung ketika itu, khususnya dingin yang masih kentara terasa di sekitar kampus, di lantai dasar gedung baru, atau yang biasa mahasiswa sebut dengan Hall C, dimana terdapat toko buku yang dikelola oleh ISEG, yaitu i-book, dan juga Daily Canteen-nya HIMA Manajemen. Dari arah utara, lorong B, seorang ikhwan dengan perawakan langsing namun selalu memasang wajah ceria, muncul dengan langkah cepat dan terlihat cukup tergopoh-gopoh mengangkat pengeras suara. Tak banyak berfikir, sekaligus ku sapa saja langsung saudaraku itu sambil memasuki lift yang letaknya di antara toilet ikhwan dan i-book, di sebelah Selatan Hall C,
“Assalamu’alikum du! Sini ane bawain, gimana yang lain udah pada dateng?”
“Wa’alikumsalam, eh udah biar ane aja, udah ada beberapa orang di atas“
“wah punten euy, ane datengnya tepat jam 08.00 pisan, harusnya udah mulai ya?“
“ga ko, baru sedikit don yang dateng, tenang aja!“
“kenapa baru sedikit yang dateng du?“
“mungkin ada halangan!“
“Kenapa ada halangan du?“
“ga tau saya juga“
“kenapa ga tau du?“
Sambil sedikit tersenyum ku bertanya kepadanya, dan ia langsung menyadari bahwa ia tidak perlu melanjutkan menjawab pertanyaanku yang terakhir karena pertanyaan kenapa-kenapa-kenapa itu ga akan ada ujungnya, dia hanya memberiku senyumanan khas Cirebon-nya, senyuman paling lebar dan simetris dengan efek menahan tawa, keluar dari mulutnya, yang hampir-hampir saja meledakkan wajahnya itu! hahaha, itulah sedikit candaan kami.
Lift berhenti di lantai empat, lantai yang tertinggi dari gedung baru milik Fakultas Ekonomi Unpad. Di tiap ruangan kelas di gedung baru ini dinamai dengan kombinasi huruf “C“ sebagai awalan, dan angka satu sampai angka tertinggi yang menunjukan banyaknya kelas di tiap lantai, oleh karena itu, para mahasiswa-pun memberikan sebutan Gedung C, untuk gedung baru itu. Ketika pintu lift terbuka, kami langsung menuju kelas C44 & C45, kelas ini hanya dipisah oleh sekat yang dapat dibuka suatu saat untuk acara-acara tertentu, dan alhamdulillah, acara orientasi dua permais dilaksanakan di kelas multi fungsi tersebut.
Permais dengan kepengurusan yang baru, yaitu untuk periode 2008/2009 dengan ketua umumnya akh Supriatna yang bila ditanya nama panjangnya itu ya cukup Supriatna, yang sahabat ikhwan kadang memanggilnya dengan sebutan “Bos Geboy“ yang artinya Gadget Boy, karena beliau senang dan cukup mahir memaksimalkan fungsi Hand Phone Samsung-nya, bukan Geboy Tagnya Radio RAMA FM loh, atau sebagian akhwat ada yang menjulukinya Pak Gubernur, karena katanya sih mirip dengan Gubernur Jabar yang baru, Ustadz H. Ahmad Heriawan, memang bisa dibilang masih cukup hangat. Semenjak Musyawarah Besar terlaksana, Permais 2008/2009 baru melaksanakan rangkaian kegiatan untuk mempersiapkan segala amunisi dan melengkapi segala kelengkapan organisasinya, dimulai pembentukan Badan Pengurus Harian (eksekutif board dan manajer) yang langsung ditunjuk oleh akh supri sendiri dari kader yang telah dipersiapkan oleh kepengurusan sebelumnya, karena permais adalah organisasi berjenjang, jadi tidak membuka open rekruitmen untuk itu, lalu open rekruitmen untuk tingkat staff dari tanggal 21 sampai tanggal 27 Mei 2008 , setelah itu permais mengadakan orientasi pertama yang mengambil lokasi di lantai dua Masjid Al-Jihad pada hari minggu, tanggal 8 Juni . Sungguh luar biasa semangat pengurus yang baru, terutama para manajer dan staff yang bersedia meluangkan waktunya di sela-sela ujian hidup dan mati, UAS, untuk mengadakan raker (rapat kerja) dimana mereka merencanakan program apa saja yang InsyaAllah akan dilaksanakan dalam satu periode kepengurusan, jazakumullah khair ikhwati fillah!
Ku lihat di dalam kelas itu sosok yang langsung dapat di identifikasi, walaupun dari kejauhan, karena perawakannya yang khas, sang Manajer Sumber Daya Organisasi, akh Zeid Tsabit yang sedang berbincang dengan beberapa staff-staffnya di bagian belakang kelas, dapat ku dengar logat betawinya yang masih cukup kental. Kursi-kursi telah tersusun rapih, terbagi menjadi dua bagian, untuk ikhwan di sebelah utara kelas, dan akhwat di sebelah selatannya. Aku menyusuri celah yang tebentuk di antara keduanya menuju bagian depan kelas mengantarkan akh Abdu untuk menyimpan pengeras suaranya.
“Tumben Don dateng pagi!“
Sapa Sekum Permais, yang baru datang dari bagian belakang kelas dan menghampiri, aku memanggilnya Putra, karena sebagian yang lain ada juga yang memanggilnya Trio, mayoritas akhwat yang memanggilnya demikian. Unik juga, sahabatku yang satu ini cukup dapat memaksimalkan unsur dari nama lengkapnya untuk dijadikan nama panggilan. Tidak ada dalam sejarah hidupku yang pernah memanggilku dengan nama tengahku, Fedrian, atau nama belakangku, Hasan. Mau TK, SD, SLTP, SMAN, hingga saat ini, ya selalu begitu dan tidak berubah, mereka memanggilku Dony, walaupun dalam penulisannya, sering sekali salah, kadang Doni, Donni, atau Donny. Tidak masalah, yang penting tidak menjadi Dona, Donita, atau jadi Donadoni, atau bahkan Joko, atau yang lainnya.
“Haha, ane sih selalu tepat waktu put!“
Kami sama-sama tau bila kalimat yang ku ucapkan adalah majas pertentangan. Begitulah kalau CAP sudah di tempelkan pada seseorang, walaupun keadaan sudah berubah, tetapi CAP lama sulit untuk dihilangkan. Bismillah! Dalam hatiku ku berdoa agar bisa terus memperbaiki diri dengan keikhlasan tanpa memperdulikan apa kata orang. Setelah itu, Pengurus Harian Ikhwan yang telah hadir saat itu saling bahu-membahu bersama beberapa Office Boy mengondisikan tempat dan peralatan penunjang lainnya hingga acara orientasi dua benar-benar telah siap untuk dibuka.
*****
Aku berdzikir kepada Allah SWT, Allah Yang Segala Puji hanya Milik-Nya, Yang telah menciptakan kerajaan langit dan bumi, Yang tak ada selembar daunpun yang terjatuh dari pohonnya melainkan atas Izin-Nya, Yang tidaklah jantung kita berdetak satu kali, melainkan dapat berdetak di kali berikutnya atas Kehendak-Nya pula. Lalu ku ucapkan Salawat serta salam untuk Baginda Rasulullah SAW, juga kepada para sahabatnya yang taat, juga kepada para pengikutnya yang setia. Lalu ku mendengar lantunan ayat-ayat suci yang merasuki relung hati, yang menjadi penawar bagi segala sakitnya, dan menjadi penyejuk dari panasnya, ayat-ayat yang menyejukan bagi para pemburu jannah, akh Hakim, manajer divisi syi’ar islam melantunkannya dengan baik.
Kadang aku salah menyebut namanya dengan nama Hikam, sahabat manajemenku. Sehingga para peserta orientasi yang telah memenuhi ruangan geli mendengarnya. Heran, jika salah, kan seharusnya diperbaiki, bukannya ditertawakan! Tapi tidak mengapa, suasana jadi mencair di sana. Terlebih lagi ketika akh Supri memberikan sambutan hangatnya kepada para peserta. Salah satu pesan beliau adalah agar kita, para pengurus Permais, tidak terkena penyakit MUNTABER, Musnah Tanpa Berita. Ada-ada saja memang ketua kita yang satu ini, begitulah orang yang sudah terlatih untuk presentasi.
Sebagai Master of Ceremony, aku menginformasikan beberapa rangkaian acara yang akan dilalui bersama dalam acara orientasi dua ini, ketika itu waktu menunjukan pukul 09.00, sampai menjelang waktu Dzuhur pukul 12.00. Materi Pembuatan Program Kerja oleh Kang Cito, dimana, sebelum beliau menyampaikan materinya, terlebih dahulu beliau meminta maaf karena softcopy materi yang seharusnya ditampilkan, tidak dapat beliau bawa karena, ternyata ada pemadaman listrik sementara di kosannya di daerah sekeloa. Apa boleh buat, the show must go on. Walaupun demikian, hal itu tidak menyurutkan antusiasme para peserta untuk aktif bertanya, sampai-sampai pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan didominasi oleh MC seorang diri. Tidak mengapa, karena ternyata momen yang mereka tunggu adalah ketika mereka dipertemukan oleh para alumni Permais untuk mendapatkan pengarahan dan transfer ilmu dan pengalaman.
Memang orientasi dua ini diadakan dengan tujuan memantapkan konsep-konsep program kerja yang telah dirancang sebelumnya pada raker tiap-tiap divisi. Pada orientasi dua ini, tiap Pos disandingkan dengan seorang mentor alumni permais yang berasal dari angkatan 2005, diantaranya adalah Kang Bayu, mantan ketua Permais 2007/2008, yang disandingkan dengan departemen Syiar, dan Teh Sarah, Presiden ISEG 2008/2009, yang disandingkan dengan Departemen Kajian. Lalu juga alumni permais yang berasal dari angkatan 2004, diantaranya adalah Teh Oya untuk Pos Keputrian Salsabila, Teh Ermai untuk Pos Bendahara, Teh Nita untuk Pos Sekretaris dan Admisi, dan Kang Fahmi untuk Pos PSDMO. pada kesempatan kali ini, Pos Wirus mendapatkan kehormatan alias mendapatkan jackpot karena disandingkan dengan Kang Indra Gress! dari angkatan 2003 yang masih cukup sering terlihat di kampus.
“Aku yakin, aku bisa, aku sukses, Allahuakbar!”
Demikian suara semangat para pengurus menggaung di ruang kelas C44 & C45 di akhir acara orientasi permais sebelum ditutupnya acara tersebut dengan doa pengugah jiwa yang kembali disampaikan oleh pak ketua. Juga gemuruh Takbir yang kembali di suarakan setelah penutupan acara, yang mudah-mudahan tiap Takbir yang dikumandangkan adalah sebuah manifestasi dari bergeloranya semangat tiap-tiap jiwa yang bersungguh-sungguh ingin berjihad fisabilillah, bukan hanya suara-suara keras yang tidak berisi ruh Mujadid di dalamnya.
Ahlan wa sahlan
selamat datang di Blog Permais FE UNPAD. Sebuah media komunikasi dan pusat informasi dari Permais FE UNPAD. Semoga bisa mempererat ukhuwah dan lebih mendekatkan permais dengan kita semua. untuk permais tercinta, yang kian tercitra..









1 Comment
August 8, 2009 at 2:43 am
aku perlu materi untuk jadi mC ada gak?