May 30, 2008...12:39 am

Satu lagi, entrepreneur permais…

Jump to Comments

Satu lagi, pengurus permais yang kini buka usaha bisnis kuliner. Dia adalah Dony Fedrian Hasan, management 2006 yang sekarang menjabat sebagai direktur PSDMO Permais periode 2008-2009 sebelumnya, sudah ada beberapa orang juga pengurus permais yang pernah membuka usaha seperti ini, seperti Indra S.N (ketum permais 05-06) dengan warung Gress nya, Nugroho ( manager permais SDM 07-08.) dengan Frandchise Salsa nya, atau Dilly Ramadhan (Pembinaan permais 06-07) dengan kantinnya. Sedangkan Dony menamai kantinnya ini dengan nama ”Warung Rendang”. Lokasi ini bertempat di seberang Bank BNI cabang Unpad, Jl. Hasanuddin. Kebetulan, lokasi usaha ini menempati tempat yang sebelumnya juga dipakai 2 pengurus permais sebelumnya dalam berbisnis hal yang sama, yaitu Indra dan Nugroho. Indra, kini sudah merambah ke bisnis lain bidang perkebunan, sementara Nugroho lebih fokus mengurus usaha framdchise Salsa nya yang berada di dekat Unisba,Tamansari.

Dari namanya, kita mungkin sudah bisa menebak menu apa yang menjadi andalan dari usaha ini.. Ya, betul..Rendang, menjadi pilihan Doni sebagai produk utama dalam menjalankan usahanya. Rendang nya pun ada berbagai macam, dari mulai rendang daging, rendang ayam, rendang telur, dan rendang paru. Selain itu juga ada Soto campur sebagai menu tambahan. Mungkin, ke depannya dony akan memperluas produk2 nya yang lebih inovatif. Rendang bebek, mungkin bisa jadi pilihan,.. atau rendang ikan asin manis sedang misalnya..(Nggak kebayang kan rasanya??..) he..he..

Dony melihat peluang dengan belum ada nya kantin di sekitar kampus yang khusus menawarkan berbagai macam rendang. Juga Didukung oleh kelebihan ibunda tercinta yang jago masak, yang saat ini menjadi koki andalannya. Ditemui di kantinnya, -di sels-sela kesibukannya dalam mengurus Oprek Permais-, doni mengatakan bahwa dirinya masih berproses dalam menjalankan usahanya. Memang, di kantinnya sendiri belum ada pernak-pernik atau banner yang memeperlihatkan identitas warung tersebut. So, dari luar, kita memang tidak akan tahu kalau ternyata di situ ada warung rendang. Publikasi berupa brosur pun belum dibuat.

” Untuk marketing,, kita menggunakan viral marketing dulu.Petugasnya juga masih butuh penyesuaian… jadi kita berproses sambil jalan aja…” begitu komentarnya.

OK deh.. Semoga sukses. Tapi, jangan lupa juga dengan amanah dakwah i Permais, dan tentunya juga amanah akademik di perkuliahan. Smoga bisa tetap tawazun akh..(Jangan lupa praktikum.. He2.) Bagi sahabat-sahabat permais, yang jangan lupa untuk mampir. Siapa tahu, khusus anggota dan alumni permais, mendapatkan discount khusus. Atau bagi bagian danus di kepanitiaan permais, warung ini sepertinya bisa dijadikan partner dalam bekerjasama sebagai sponsorship…(betul kan don?? 0))

Leave a Reply