Iman adalah sumber energi jiwa yang senantiasa memberikan kita kekuatan untuk bergerak menyemai kebaikan, kebenaran dan keindahan dalam zaman kehidupan, atau bergerak mencegah kejahatan, kebathilan dan kerusakan di permukaan bumi. Iman adalah gelora yang memberi inspirasi kepada pikiran – pikiran kita, maka lahirlah bashirah. Iman adalah cahaya yang menerangi dan melapangkan jiwa kita, maka lahirlah taqwa. Iman adalah bekal yang menjalar di seluruh bagian tubuh kita, maka lahirlah harakah. Iman menentramkan perasaan, menguatkan tekad dan menggerakkan raga kita.
Sejarah Islam sepanjang lima belas abad ini mencatat, kaum muslimin meraih kemenangan – kemenangan dalam berbagai peperangan, menciptakan kemakmuran dan keadilan, mengembangkan berbagai macam ilmu pengetahuan dalam peradaban. Apa yang membuat mereka mencapai semua itu ? Itulah saat dimana iman mewarnai seluruh aspek kepribadian setiap individu muslim dan mewarnai seluruh sektor kehidupan.
Abul Hasan Ali Al – Hasani Al Nadwi mengatakan : Saat kejayaan adalah saat iman, dan saat keruntuhan adalah saaat hilangnya iman. Sebagaimana iman menciptakan keajaiban di alam jiwa, seperti itu juga ia menulis cerita keajaiban di alam kenyataan. Gelora dalam jiwa pun menjelma menjadi prestasi – prestasi sejarah.
Allah swt berfirman : “ Dari apakah orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahya itu dia dapat berjalan di tengah – tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali – sekali tidak dapat keluar daripadanya ? Demikianlah kami jadikan oarang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. “ ( Q.S. Al – An’am : 122 )
Imam Syahid Hasan Al – Banna mengatakan : “ Orang – orang yang bekerja atau mengajak untuk membangun umat, mendidik bangsa, memperjuangkan dan mewujudkan misi dan nilai – nilai dalam kehidupan, haruslah mempunyai kekuatan jiwa yang dasyat yang mengejawntahkan dalam beberapa hal :
· Tekad baja yang tidak tersentuh oleh kelemahan
· Kesetiaan abadi yang tak terjamah oleh penyimpangan dan pengkhianatan
· Pengorbanan mahal yang tak terhalang oleh keserakahan atau kebakhilan
· Pengetahuan, keyakinan dan penghargaan terhadap konsep perjuangan yang dapat menghindarkan dari kesalahan, penyimpangan, tawar – menawar atau tertipu dengan konsep yang lain
“ Sesungguhnya dugaan – dugaan itu sama sekali tidak berguna untuk ( mendapatkan ) kebenaran “ ( Q.S. Yunus : 36 )
“ Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatau kaum sampai kaum itu sendiri yang merubah diri – diri mereka sendiri. “ ( Q.S. Al – Ra’d : 11 )
“ Sesungguhnya orang –orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat – ayat Nya, bertambahlah iman mereka ( karenanya ) dan kapada Tuhanlah mereka bertawakkal. “ ( Q.S. Al – Anfal : 2 )
“ ( Yaitu ) orang – orang ( yang mena’ati perintah Allah dan Rasul ) yang kepada mereka ada orang – orang yang mengatakan : “ Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu manambah keimanan mereka dan mareka menjawab : “ Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik – baik pelindung “ ( Q.S. Ali Imran : 173 )
“ Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang – orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka ( yang telah ada ). Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “ ( Q.S. Al – Fath : 4 )
Disarikan dari buku
Iman – Rukun, Hakikat dan Yang Membatalkannya
Dr. Muhammad Nu’aim Yasin
Ahlan wa sahlan
selamat datang di Blog Permais FE UNPAD. Sebuah media komunikasi dan pusat informasi dari Permais FE UNPAD. Semoga bisa mempererat ukhuwah dan lebih mendekatkan permais dengan kita semua. untuk permais tercinta, yang kian tercitra..








